Berita Pangandaran
Nelayan Pantai Bojongsalawe Ingin Alur Pelayaran yang Dalam

Nelayan Pantai Bojongsalawe Ingin Alur Pelayaran yang Dalam

Oleh | Senin, 15 April 2013 10:17 WIB | 337 Views | Comments

PANGANDARAN, (PB).- Nelayan Pantai Bojongsalawe Kecamatan Parigi daerah otonom baru (DOB) Kabupaten Pangandaran berharap arus alur perahu nelayan tradisional di sekitar tempat tersebut segera dikembalikan seperti masa lalu. Saat ini alur perahu sudah bergeser dari tempat semula akibat terjadinya abrasi tepi pantai berikut tiga sungai besar yang bermuara di tempat tersebut.
Untuk mengembalikan jalur perahu nelayan, khsusnya yang tidak jauh dari TPI Bojongsalawe setidaknya harus kembali membuat bangunan pemecah ombak atau breakwater. Bangunan tersebut tidak langsung menuju ke laut akan tetapi lebih diarahkan menuju jalur utama pelayaran. Dengan demikian diharapkan abrasi bisa diminimalisir. Selain itu alur pelayaran juga bakal semakin dalam.
"Kami ingin agar alur pelayaran perahu nelayan dikembalikan seperti sebelum dibangun breakwater. Bangunan tersebut memang berfungsi dengan baik untuk meminimalisir abrasi, akan tetapi lebih baik apabila kembali dibangun meneruskan bagian bangunan yang tidak langsung menuju laut. Dengan adanya pengalihan tersebut, maka abrasi bisa lebih dkendalikan, setidaknya bakal semakin memperkuat breakwater," tutur ketua Rukun Nelayan (RTN) Bojongsalawe, Kecamatan Parigi, Kusin, Jumat (12/4).
Didampingi anggotanya Sugito dan Asep Tata, kesepakatan untuk mengembalikan alur pelayaran seperti sebelum dibangun pemecah ombak, merupakan hasil kajian terhadap perkembangan kondisi saat ini. Sebelum terjadi abrasi parah pada tahun 2004, kondisi alur pelayaran perahu nelayan tidak langsung lurus menuju ke laut, akan tetapi sedikit berkelok. Dengan kondisi tersbeut perahu dapat melaju dengan aman menuju laut lepas.
"Hanya saja abrasi parah tahun 2004 telah mengubah segalanya. Alur muara tiga sungai menjadi langsung lurus ke laur. Sedangkan sebelumnya berbelok, sehingga terjangan ombak tidak begitu besar. Perahu nelayan bisa tenang menuju laut lepas. Sekarang harus menerjang ombak besar dengan segala risikonya," tuturnya.
Sementara itu Sugito yang juga Kepala Dusun Bojongsalawe menambahkan abrasi yang terjadi saat ini relatif sedikit. Yang penjadi persoalan adalahperlu upaya untuk mengembalikan alur pelayaran seperti semula. "Kami spekat untuk mengambalikan alur pelayaran seperti semula. Kami juga berharap pihak terkait dapat menindaklanjuti apa yang menjadi keinginan warga," tuturnya.
Dia mengatakan salah satu upaya untuk mengurai abrasi di bantaran sungai, adalah dengan melakukan penanaman pohon bakau. Pohon tersebut selain untuk mengantisipasi abrasi, sekaligus untuk perkembangbiakkn biota laut seperti ikan, udang dan lainnya. Selain itu juga mampu menjadi sarang bagi satwa lainnya.
Secara terpisah Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Ciamis Jeje Wriadinata mengatakan pada prinsipnya sepakat dengan keinginan nelayan untuk mengembalikan alur pelayaran seperti kondisi sebelumnya. ntuk kepetingan tersebut, ia menambahkan harus ada kajian ilmiah menyeluruh tentang kondisi lingkungan sekitar.
"Bagaimanapun juga perlu dilakukan kajian ilmiah, sehingga daat dipertanggungjawabkan. Jangan ketika sudah ada bangunan ternyata haslnya justr merusak lingkungan. Saya sepakat dengan apa yang menjadi kehendak nelayan, hanya saja kuncinya adalah perlu ada kajian," katanya.
SUMBER: Pikiran Rakyat

Informasi Pangandaran
Array





Apa komentar anda tentang Tulisan Nelayan Pantai Bojongsalawe Ingin Alur Pelayaran yang Dalam?

Berita Pangandaran Lainnya
Revitalisasi Pantai Pangandaran Dimulai, Ridwan Kamil Berbagi Cerita
Minggu, 06 Desember 2020 07:52 WIB
Revitalisasi Pantai Pangandaran Dimulai, Ridwan Kamil Berbagi Cerita
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menunggu realisasi janji Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang akan melalukan penataan objek wisata di Pangandaran. Hal itu disampaikan Susi dalam akun Intagram pribadinya. Sambil membagikan beberapa foto bersama Ridwan Kamil, Susi mengungkapan janji pria yang kerap disapa Kang Emil itu. "Pak @ridwankamil juga sampaikan katanya rencana penataan obyek wisata Pangandaran akan dimulai tahun 2019," tulis Susi, Jumat (22/11/2018).
Tahun Ini, Program Kota Tanpa Kumuh Dilaksanakan di 364 Kelurahan dengan nilai Rp 10,22 triliun.
Minggu, 06 Desember 2020 06:52 WIB
Tahun Ini, Program Kota Tanpa Kumuh Dilaksanakan di 364 Kelurahan dengan nilai Rp 10,22 triliun.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, tahun ini Program Kotaku dilaksanakan di 364 kelurahan di seluruh Indonesia. Anggaran yang digelontorkan sebesar Rp 382 miliar. "Setiap tahapan pelaksanaan Program Padat Karya
GEDUNG PERPUSTAKAAN DAERAH KABUPATEN PANGANDARAN SENILAI 30 MILIAR MULAI DIBANGUN
Minggu, 06 Desember 2020 06:42 WIB
GEDUNG PERPUSTAKAAN DAERAH KABUPATEN PANGANDARAN SENILAI 30 MILIAR MULAI DIBANGUN
Kabupaten Pangandaran terus berbenah dalam mengejar ketertinggalannya, berbagai program terus dijalankan demikian dalam hal membangun penunjangnya (fisik bangunan). Salahsatunya adalah melalui pembangunan gedung perpustakaan daerah (Perpusda) Kabupaten Pangandaran
Pemkab Pangandaran Bangun Alun-alun Senilai Rp 18 M
Minggu, 06 Desember 2020 06:27 WIB
Pemkab Pangandaran Bangun Alun-alun Senilai Rp 18 M
Setelah melakukan penataan kawasan pantai barat dan pantai timur di tahun 2019 ini, objek wisata Pantai Pangandaran kembali berbenah. Tahun 2020 ini sedang membangun alun alun, pemerintah sedang menata kota sekarang sedang membangun Alun-alun Pangandaran.