Berita Pangandaran
Ombak dan Angin Besar Berkah Untuk Nelayan Pangandaran

Ombak dan Angin Besar Berkah Untuk Nelayan Pangandaran

Oleh | Sabtu, 04 Februari 2012 22:11 WIB | 482 Views | Comments

Di balik munculnya ombak besar yang berbarengan dengan datangnya musim angin barat ternyata membawa berkah tersendiri bagi sejumlah nelayan di kawasan pantai barat Pangandaran, Kabupaten Ciamis. Saat ini mereka lebih banyak mendapat hasil tangkapan, terutama untuk jenis ikan layur.

Mulai banyaknya hasil tangkapan ikan layur tersebut, setidaknya dapat menjadi pengganti minimnya hasil tangkapan sebelumnya saat masa paceklik. Lebih menggembirakan lagi harga ikan layur saat ini juga mulai naik apabila dibandingkan kondisi sebelumnya. Saat ini harga ikan layur bervariasi sesuai dengan berat ikan tersebut, berkisar antara Rp 18.000 - Rp 30.000 per kilogram.

Ny. Tisno nelayan di Pantai Timur Pangandaran mengatakan harga ikan layur tergantung dari besar kecilnya ikan tersebut. Semakin besar atau berat, harga ikan layur semakin mahal.

’’Seakin berat, harganya tambah mahal. Terus terang sejak musim angin barat hampir tiap hari dapat layur. Sebelumnya sih tidak begitu ramai, hanya beberapa saja, tetapi sekarang cukup banyak,’’ ujarnya, Senin (30/1), di sela melayani warga yang membeli ikan segar yang baru diambil dari laut.

Selain layur, ikan lain juga ikut meramaikan pasaran, seperti manyung ekor kuning, cumi-cumi udang dan lainnya. Dibandingkan dengan ikan layur, harga ikan manyung lebih mahal, akan tetapi jumlahnya relatif lebih sedikit. Harga ikan manyung sampai Rp 30.000 per kilogram, sedangkan udang tergantung jenisnya, untuk udang jerbung Rp 120.000 dan udang jambu Rp 30.000 per kilogram.

’’Dibdaningkan tangkapan lainnya, paling banyak ikan layur. Namanya juga usaha,kadang dapat banyak, kadang juga sedikit, tetapi hampir tiap hari dapat ikan layur. Kalau jualnya tidak susah, cukup langsung dijajar di pinggir pantai,’’ ungkapnya.

Sementara nelayan lainnya Kirno menambahkan, belakangan ini sedang musim ikan layur. Hanya saja hasil tangkapannya belum begitu banyak apabila dibandingkan dengan sebelumnya.

’’Mungkin karena dekat dari pantai jadi hasil tangkapnnya tidak maksimal. Namun demikian kami tetap bersyukur mendapatkan hasil, namanya juga rezeki, hari ini dapat ikan banyak, mungkin besok sedikit,’’ tuturnya.

Dia mengatakan saat musim angin barat, nelayan pantai timur Pangandaran tetap melaut, namun demikian jarak tempuhnya diperpendek. Keadaan tersebut disebabkan karena di bagian tengah laut ombak sedang besar. Alasan lainnya karena keterbatasan alat tangkap, seperti hanya memakai perahu kecil serta jala atau jaring khusus untuk pantai.

’’Memang ombak lebih besar dibandingkan biasanya, tetapi kami tetap melaut. Tidak mungkin berhenti, sepanjang bisa melaut kami akan tetap mencari ikan. Yang penting waspada, jika ada tanda-tanda bakal datang ombak besar, segera pulang,’’ ungkapnya.

Sebagai nelayan yang sudah puluhan tahun melaut, Kirno yang saat itu bersama dengan Tisno menambahkan bahwa musim angin barat yang diikuti dengan gelombang tinggi diperkirakan bakal berlangsung hingga bulan Juni mendatang. Berbeda dengan petani di pantai timur, lanjutnya selama musim angin barat, sebagian nelayan di pantai barat mengurangi aktivitasnya mencari ikan di laut.

’’Harapan kami datangnya angin timur juga membawa berkah tersendiri bagi nelayan. Sekarang hampir setiap hari dapat ikan layur, waktu musim kemarau praktis hasil tangkapan sedikit,’’ tuturnya. Sumber PikiranRakyat

Informasi Pangandaran
Array





Apa komentar anda tentang Tulisan Ombak dan Angin Besar Berkah Untuk Nelayan Pangandaran?

Berita Pangandaran Lainnya
Revitalisasi Pantai Pangandaran Dimulai, Ridwan Kamil Berbagi Cerita
Minggu, 06 Desember 2020 07:52 WIB
Revitalisasi Pantai Pangandaran Dimulai, Ridwan Kamil Berbagi Cerita
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menunggu realisasi janji Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang akan melalukan penataan objek wisata di Pangandaran. Hal itu disampaikan Susi dalam akun Intagram pribadinya. Sambil membagikan beberapa foto bersama Ridwan Kamil, Susi mengungkapan janji pria yang kerap disapa Kang Emil itu. "Pak @ridwankamil juga sampaikan katanya rencana penataan obyek wisata Pangandaran akan dimulai tahun 2019," tulis Susi, Jumat (22/11/2018).
Tahun Ini, Program Kota Tanpa Kumuh Dilaksanakan di 364 Kelurahan dengan nilai Rp 10,22 triliun.
Minggu, 06 Desember 2020 06:52 WIB
Tahun Ini, Program Kota Tanpa Kumuh Dilaksanakan di 364 Kelurahan dengan nilai Rp 10,22 triliun.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, tahun ini Program Kotaku dilaksanakan di 364 kelurahan di seluruh Indonesia. Anggaran yang digelontorkan sebesar Rp 382 miliar. "Setiap tahapan pelaksanaan Program Padat Karya
GEDUNG PERPUSTAKAAN DAERAH KABUPATEN PANGANDARAN SENILAI 30 MILIAR MULAI DIBANGUN
Minggu, 06 Desember 2020 06:42 WIB
GEDUNG PERPUSTAKAAN DAERAH KABUPATEN PANGANDARAN SENILAI 30 MILIAR MULAI DIBANGUN
Kabupaten Pangandaran terus berbenah dalam mengejar ketertinggalannya, berbagai program terus dijalankan demikian dalam hal membangun penunjangnya (fisik bangunan). Salahsatunya adalah melalui pembangunan gedung perpustakaan daerah (Perpusda) Kabupaten Pangandaran
Pemkab Pangandaran Bangun Alun-alun Senilai Rp 18 M
Minggu, 06 Desember 2020 06:27 WIB
Pemkab Pangandaran Bangun Alun-alun Senilai Rp 18 M
Setelah melakukan penataan kawasan pantai barat dan pantai timur di tahun 2019 ini, objek wisata Pantai Pangandaran kembali berbenah. Tahun 2020 ini sedang membangun alun alun, pemerintah sedang menata kota sekarang sedang membangun Alun-alun Pangandaran.