Berita Pangandaran
Akibat Cuaca Ekstrim, Nelayan Garut Mengungsi ke Pangandaran

Akibat Cuaca Ekstrim, Nelayan Garut Mengungsi ke Pangandaran

Oleh | Sabtu, 04 Februari 2012 18:02 WIB | 291 Views | Comments

Cuaca ekstrem berupa badai angin barat dan gelombang tinggi di perairan laut Kabupaten Garut bagian selatan langsung berdampak buruk pada aktivitas perekonomian nelayan tradisional. Ribuan nelayan tidak melaut dan sebagian besar lainya terpaksa pindah melaut mencari ikan ke laut Pangandaran, Kabupaten Ciamis.

"Saat ini para nelayan sama sekali tidak bisa melaut karena angin kencang dan gelombang tinggi di perairan selatan Garut. Banyak nelayan akhirnya mengungsi ke Pangandaran untuk mencari ikan," ungkap Sekjen Himpunan Nelayan Se-Indonesia (HNSI) Kabupaten Garut, Lukman Nurhakim, Jumat (27/1/12).

Kondisi cuaca ekstrem berlangsung sejak sebulan lalu. Puncaknya, dalam beberapa hari terakhir, angin kencang dengan kecepatan 50 knots per jam disusul gelombang setinggi lebih dari tiga meter menghantam dan memorakporandakan bangunan penginapan di sepanjang pantai Santolo, Kecamatan Cikelet, selatan Garut. Bahkan kondisi kian parah karena air laut kembali naik pada Jumat (27/1).

Lukman mengungkapkan, akibat cuaca ekstrem itu, banyak nelayan tidak melaut. Sejumlah nelayan asal Kabupaten Garut yang memaksakan diri melaut akhirnya pindah mencari ikan ke Pangandaran karena di laut Pangandaran yang berbatasan dengan Jawa Tengah terdapat kawasan aman untuk melaut.

Menurut dia, kawasan laut Pangandaran terdapat daerah yang menghalangi kencangnya angin dari lautan sehingga para nelayan merasa aman saat beraktivitas melaut. "Di perairan Pangandaran terdapat tempat perlindungan dari angin, sehingga angin tidak terlalu besar mengancam keselamatan nelayan," tuturnya. Sumber PikiranRakyat

Informasi Pangandaran
Array





Apa komentar anda tentang Tulisan Akibat Cuaca Ekstrim, Nelayan Garut Mengungsi ke Pangandaran?

Berita Pangandaran Lainnya
Revitalisasi Pantai Pangandaran Dimulai, Ridwan Kamil Berbagi Cerita
Minggu, 06 Desember 2020 07:52 WIB
Revitalisasi Pantai Pangandaran Dimulai, Ridwan Kamil Berbagi Cerita
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menunggu realisasi janji Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang akan melalukan penataan objek wisata di Pangandaran. Hal itu disampaikan Susi dalam akun Intagram pribadinya. Sambil membagikan beberapa foto bersama Ridwan Kamil, Susi mengungkapan janji pria yang kerap disapa Kang Emil itu. "Pak @ridwankamil juga sampaikan katanya rencana penataan obyek wisata Pangandaran akan dimulai tahun 2019," tulis Susi, Jumat (22/11/2018).
Tahun Ini, Program Kota Tanpa Kumuh Dilaksanakan di 364 Kelurahan dengan nilai Rp 10,22 triliun.
Minggu, 06 Desember 2020 06:52 WIB
Tahun Ini, Program Kota Tanpa Kumuh Dilaksanakan di 364 Kelurahan dengan nilai Rp 10,22 triliun.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, tahun ini Program Kotaku dilaksanakan di 364 kelurahan di seluruh Indonesia. Anggaran yang digelontorkan sebesar Rp 382 miliar. "Setiap tahapan pelaksanaan Program Padat Karya
GEDUNG PERPUSTAKAAN DAERAH KABUPATEN PANGANDARAN SENILAI 30 MILIAR MULAI DIBANGUN
Minggu, 06 Desember 2020 06:42 WIB
GEDUNG PERPUSTAKAAN DAERAH KABUPATEN PANGANDARAN SENILAI 30 MILIAR MULAI DIBANGUN
Kabupaten Pangandaran terus berbenah dalam mengejar ketertinggalannya, berbagai program terus dijalankan demikian dalam hal membangun penunjangnya (fisik bangunan). Salahsatunya adalah melalui pembangunan gedung perpustakaan daerah (Perpusda) Kabupaten Pangandaran
Pemkab Pangandaran Bangun Alun-alun Senilai Rp 18 M
Minggu, 06 Desember 2020 06:27 WIB
Pemkab Pangandaran Bangun Alun-alun Senilai Rp 18 M
Setelah melakukan penataan kawasan pantai barat dan pantai timur di tahun 2019 ini, objek wisata Pantai Pangandaran kembali berbenah. Tahun 2020 ini sedang membangun alun alun, pemerintah sedang menata kota sekarang sedang membangun Alun-alun Pangandaran.